Cari Blog Ini

Selasa, 08 Maret 2011

Mohon Hati yang Damai

Dewa Vishnu sudah bosan mendengar permohonan salah seorang penyembahnya, 
hingga suatu ketika ia menampakkan diri di hadapan orang itu dan berkata: "Aku akan memberikan tiga hal apa pun yang kau minta. Sesudah itu, tak ada sesuatu pun yang akan kuberikan kepadamu."

Penyembah itu dengan gembira langsung mengajukan permohonan pertama. Ia meminta agar istrinya mati, sehingga ia dapat menikah lagi. Permohonan segera dikabulkan.

Tetapi ketika teman-teman dan sanak saudara berkumpul menghadiri pemakaman istrinya, mereka mulai mengenang kembali semua sifat baik perempuan itu. Penyembah dewa Vishnu sadar, ia bertindak gegabah. Saat itu ia sadar, ia telah buta terhadap segala kebaikan istrinya. Apakah ia masih bisa menemukan wanita lain sebaik istrinya?

Maka, ia memohon kepada dewa Vishnu, agar menghidupkan istrinya kembali. Kini tinggal satu permohonan tersisa. Ia tidak mau melakukan kesalahan, karena itu ia bertanya ke mana-mana. Beberapa kawan menasihati agar ia minta diluputkan dari kematian. Tetapi, apa gunanya tetap hidup, kalau tubuhnya tidak sehat? Dan untuk apa sehat, kalau tidak punya uang? Dan apa gunanya uang, kalau tidak punya sahabat? 
Tahun demi tahun berlalu, ia belum juga dapat memutuskan apa yang harus dimintanya: hidup, kesehatan, kekayaan, kekuasaan, atau cinta. Akhirnya, ia menyerah dan berkata kepada dewa Vishnu: "Berkenanlah Dewa memberi nasihat, apa yang sepantasnya saya minta?"

Melihat kebingungan orang itu, Vishnu tertawa dan berkata: "Mintalah hati yang damai, entah apa pun yang terjadi di dalam hidupmu." 

(Dari: Buku Burung Berkicau, karya Anthony de Mello, S.J. Penerbit Yayasan Cipta Loka Caraka, 1984)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar