Cari Blog Ini

Sabtu, 05 Maret 2011

Kesadaran Tak Kunjung Henti

Tidak ada seorang murid Zen pun yang berani mengajar, sebelum ia pernah hidup bersama Gurunya paling sedikit sepuluh tahun lamanya.

Tenno, sudah berguru selama sepuluh tahun, akan menjadi seorang pengajar. Suatu hari, ia berkunjung ke Guru Nan-in. Waktu itu hari hujan, Tenno memakai bakiak dan membawa payung.

Ketika Tenno masuk, Nan-in berkata kepadanya, “Engkau meninggalkan bakiak dan payungmu di depan pintu. Ingatkah engkau, payungmu kau letakkan di sebelah kanan bakiak atau di sebelah kirinya?

Karena tidak dapat menjawab pertanyaan itu, Tenno bingung. Ia sadar, ia belum mampu membina kesadaran tak kunjung henti. Maka, ia menjadi murid Nan-in dan belajar selama sepuluh tahun lagi untuk mencapai kesadaran tak kunjung henti.

Orang yang mempunyai kesadaran tak kunjung henti adalah orang yang memberikan perhatian penuh pada setiap saat. Dia sungguh seorang Guru.

(Dari: Buku Burung Berkicau, karya Anthony de Mello, S.J. Penerbit: Yayasan Cipta Loka Caraka, 1984)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar