Cari Blog Ini

Kamis, 01 Desember 2011

Hening Membantu Komunikasi

Keheningan sangat penting dalam komunikasi dan solusi konflik.Saya harap, pertengkaran tak akan terjadi, ketika kita menggunakan keheningan untuk menyelesaikan masalah. Sebab, konflik muncul ketika kita memiliki perbedaan, namun tak mau mendengarkan satu sama lain.

Semakin hening kita, semakin banyak manfaatnya. Kita jadi lebih damai, lebih bahagia, dan tidak menggerutu. Ketika kita damai, tidak stres, tidak tegang, lebih bahagia, kita jadi lebih toleran terhadap orang lain, dan kemampuan kita berwelas asih bertambah besar.

Ketika kita hening, kita lebih mampu melihat, mendengar, merasakan, dan mencerap apa yang terjadi. Ketika kita hening, batin kita berhenti, kita tidak menafsirkan segala sesuatu melalui kebiasaan lama yang sama. Kita bukan lagi makhluk yang dikendalikan kebiasaan. Kita jadi semakin mampu melihat realitas secara lebih mendalam.

Karena kita bergerak dan beraktivitas begitu cepat, kita tidak punya waktu untuk bisa menghargai apa pun. Bayangkan, bagaimana rasanya ketika saya melihat televisi pertama kali, setelah tujuh tahun tinggal di hutan rimba dan melambankan gerak batin saya. Saya tak dapat memercayai betapa cepatnya gambar di TV bergerak dan gambar-gambar itu menggerus batin saya.

Batin menjadi begitu sensitif, sehingga kecepatan gambar di TV terasa menyakitkan untuk ditonton. Namun, orang-orang terbiasa dengan hal itu. Artinya, ketika batin menjadi hening, batin menjadi peka, sehingga orang bisa melihat realitas secara lebih mendalam. Kita tidak sekadar menyaksikan informasi dangkal, namun melihat kebenaran lebih mendalam.

Batin ibarat air yang keruh. Ketika batin hening, maka bagian yang keruh akan mengendap, lalu air menjadi bening. Kita bisa melihat pantulan langit di permukaan air, warna yang biru, hijau, kelabu. Ketika air diusik, kita tidak bisa melihat lebih mendalam, kita hanya bisa melihat permukaannya yang terusik.

Begitu pula, ketika kita tidak hening, maka apa yang kita lihat, dengar, rasakan, akan terdistorsi. Kebijaksanaan yang mencerahkan muncul dari batin yang hening. 

(Dari: Buku Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 2! - 108 (Lagi) Cerita Pembuka Pintu Hati, karya Ajahn Brahm. Penerbit Awareness Publication, 2011)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar