Cari Blog Ini

Senin, 12 Desember 2011

Hanya Bercerita

Saat Baal Shem Tov (1698-1760), rabi besar bangsa Israel melihat kemalangan yang mengancam orang-orang Yahudi, ia biasanya pergi ke suatu tempat di hutan untuk bermeditasi. Di sana, ia menyalakan api, mengucapkan doa, dan kemalangan pun teratasi.

Selanjutnya, ketika muridnya, Magid dari Mezricth (1704-1772) yang termashyur, mendapat kesempatan menyampaikan doa untuk alasan yang sama. Ia pun pergi ke suatu tempat di hutan dan berkata, "Tuhan alam semesta, aku tak tahu bagaimana menyalakan api, tetapi aku masih bisa mengucapkan doa." 

Setelah itu, Rabi Moshe-Leib dari Sasov (1745-1807), yang ingin menyelamatkan rakyatnya, pergi ke hutan dan berkata, "Aku tak tahu bagaimana menyalakan api, aku juga tidak tahu berdoa, tetapi aku tahu tempatnya. Ini pasti sudah cukup." Seperti sebelumnya, kemalangan bisa diatasi.

Kemudian, tiba giliran Rabi Israel dari Rizhyn ingin mengatasi bencana yang menimpa bangsanya. Seraya duduk di kursi dengan kedua tangan menopang kepalanya, ia berkata kepada Allah, "Aku tak bisa menyalakan api, aku pun tak tahu berdoa, aku bahkan tak tahu tempat itu di hutan. Yang dapat kulakukan hanyalah bercerita. Ini pasti sudah cukup." Dan itu memang cukup.

(Dari: Buku Percikan Kebijaksanaan - Rangkaian Kisah Keutamaan Hidup, karya Brian Cavanaugh, T.O.R. Penerbit Obor, 2003)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar