Cari Blog Ini

Senin, 07 Juli 2014

Susahnya Jadi Orang Jujur

Mampukah kita hidup normal di tengah orang-orang gila? Mungkin saja mampu, tetapi pasti tidak mudah. Satu atau dua hari mungkin kita masih bisa bertahan hidup sebagai orang normal di tengah orang gila, tetapi lama kelamaan kita pasti akan menjadi bingung sendiri: siapa yang gila dan siapa yang normal?

Begitulah kira-kira kondisi yang sedang kita hadapi di zaman sekarang. Kita akan selalu dihadapkan dengan sistem atau bahkan orang yang tidak menyukai kejujuran dan kebenaran. Jujur menjadi sebuah kata yang mahal. Pada waktu kita berusaha menjadi jujur, tidak jarang orang malah membenci kita dan menganggap kita sok suci. Apa yang harus kita lakukan dalam kondisi seperti ini?

Nabi/Raja Daud (+ 1040-970 SM) pernah mengalami hal seperti itu. Ia berteriak karena dikelilingi orang-orang fasik yang tidak menyukai hidup benar dan jujur seperti yang dijalaninya. Nabi/Raja Daud tidak bisa melawan. Yang ia lakukan adalah datang kepada Tuhan dan berdoa dengan keyakinan bahwa orang yang benar dan jujur tetap berada dalam lindungan Tuhan.

Mungkin kita mengalami hal serupa. Keadaan dunia saat ini bisa memaksa kita berbuat tidak jujur. Akan tetapi, marilah kita memantapkan langkah untuk selalu bertindak jujur, berapa pun besar risiko yang harus kita tanggung. Kemantapan langkah itu kita iringi dengan keyakinan bahwa Tuhan tidak akan membiarkan kita terantuk. Tuhan akan senantiasa menyertai dan melindungi kita.

(Dari: Buku Renungan Harian 3 Agustus 2010, penerbit Yayasan Gloria, Yogyakarta)
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar