Cari Blog Ini

Senin, 14 Juli 2014

Mengambil Risiko

Seseorang tidak dapat hidup tanpa mengambil risiko. Risiko terjalin dalam setiap aspek pengalaman kita sehari-hari:

Tertawa, berarti mengambil risiko kelihatan bodoh.
Menangis, berarti mengambil risiko kelihatan sensitif.
Mengulurkan tangan kepada orang lain, berarti mengambil risiko terlibat.
Menunjukkan perasaan, berarti mengambil risiko memperlihatkan diri kita kepada orang lain.

Mengasihi, berarti mengambil risiko tidak mendapat balasan kasih.
Hidup, berarti mengambil risiko mati.
Berharap, berarti mengambil risiko putus asa.
Mencoba, berarti mengambil risiko gagal. 
(Anonim)

Meski demikian, bahaya terbesar dalam kehidupan adalah tidak mengambil risiko sama sekali. Orang yang tidak mengambil risiko:

- Tidak meraih apa pun,
- Tidak memiliki apa pun,
- Tidak merasakan apa pun,
- Tidak menjadi siapa pun.

Jangan takut mengambil risiko yang sudah diperhitungkan. Risiko itu penting bagi pertumbuhan dalam setiap areal kehidupan.

Lebih baik mengambil risiko sekarang, daripada selalu hidup dalam ketakutan.

(Dari: Buku Kisah-Kisah Rohani Pembangkit Semangat untuk Pemimpin, editor Dr. Lyndon Saputra. Penerbit Gospel Press, 2002)
   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar