Cari Blog Ini

Kamis, 01 Agustus 2013

Kekuatan Mark

Aku bukan sedang berbicara tentang fenomena supernatural. Aku tak bisa membuat kursi melayang atau sesuatu seperti itu. Tetapi aku sedang membicarakan suatu karunia khusus yang telah kuterima dari putraku beberapa tahun setelah ia meninggal.

Mark adalah putra terkecil dari dua putraku. Perbedaan usia antara Brian dan Mark kurang dari dua tahun. Saat masih kecil, mereka selalu bersama-sama. Menjelang usia remaja, mereka mengembangkan minat dan identitas berbeda. 

Mark tumbuh menjadi pemuda yang menarik diri dan pendiam.  Dengan tinggi tubuh lebih dari dua meter dan berat 87,5 kg, Mark bisa langsung memasukkan bola basket dan mengangkat beban 200 kg.

Saat Mark mendekati akhir SMA-nya, hidup tampak indah. Seminggu menjelang hari kelulusan, terjadilah peristiwa itu. Jumat 28 Mei 2004, Mark tidak pernah bangun lagi. Ia meninggal karena menggunakan campuran obat resep yang bukan diresepkan untuknya. Hidup yang kami kenal telah berakhir pada hari itu!

Selama beberapa tahun hidupku dipenuhi sakit hati, kekosongan, kesedihan, kepahitan... dan semua emosi lain karena kehilangan seorang anak. Aku tidak bisa tertawa atau tersenyum. Semua teman yang pernah kumiliki segera menghilang, dan pekerjaan sepertinya sudah tidak penting lagi.

Satu-satunya hal yang kuanggap pantas untuk dilakukan adalah mengajar orang tentang bahaya obat-obatan, atau menolong orang yang memiliki isu penyalahgunaan obat. Masalahnya, aku tidak memiliki pendidikan atau latar belakang di bidang itu.

Salah satu ketakutan terbesarku adalah berbicara di depan banyak orang. Aku begitu takut berbuat salah atau tampak bodoh. Jika aku harus berbicara kepada lebih dari delapan orang sekaligus, aku tidak bisa tidur semalaman.

Kemudian terjadilah... suatu hari aku menyadari bahwa aku memiliki "kekuatan Mark." Kekuatan itu datang sekitar tiga tahun setelah kematian Mark. "Anakku telah mati dan tdak ada yang lebih parah dari itu. Mengapa aku harus peduli apa kata orang?" Pemikiran itu memberiku perasaan lega dan berdaya  - yang tidak kumiliki sebelumnya.

Selama beberapa tahun terakhir, aku telah menjadi pembicara di berbagai forum nasional dan federal - di hadapan lebih dari 250 orang, bekerja bersama media TV dan radio, serta menulis beberapa artikel untuk media cetak. Aku juga membantu sebuah program dari organisasi nirlaba di Pennsylvania untuk menolong orang-orang mendapatkan perawatan kecanduan alkohol dan obat-obatan.

Aku diterima bekerja bukan karena pendidikan, latar belakang pekerjaan, atau pengalaman; tetapi karena gairah dan komitmenku untuk perjuangan ini. Itu karena aku memiliki "kekuatan Mark".... hadiah sejati dari putraku. (Phil Bauer

(Dari: Buku Chicken Soup for the Soul - Think Positive, karya Jack Canfield, Mark Victor Hansen, Amy Newmark. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, 2012)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar