Cari Blog Ini

Sabtu, 25 Mei 2013

Dapat dan Hilang

Segala sesuatu yang pernah kita dapat, pada suatu waktu harus rela kita lepaskan. Harta dan jabatan yang pernah kita dapatkan bisa terlepas di luar kemauan kita.

Kita sering mengalami "dapat" dan "hilang." Dalam falsafah Tao, "dapat" dan "hilang" dianggap sama saja. Orang yang bersusah payah berhasil menjadi juara I, pada suatu saat harus rela melepaskan gelar juaranya itu kepada orang lain.

Kalau orang tidak pernah merasa "dapat," maka dia tidak pernah merasa ada yang "hilang." Orang yang pernah "dapat" banyak, bisa mengalami "hilang" yang banyak juga.

Orang yang suka memberi, akan sering mendapat. Sedikit memberi, sedikit mendapat. Tidak memberi, tidak mendapat. 

"Keberuntungan pada diri seseorang datang tiba-tiba, tidak mungkin dibendung. "Dapat" dan "hilang" tidak bisa ditentukan oleh kemauan subjektif diri sendiri. Kalau "dapat" dan "hilang" bukan dari diri sendiri yang menentukan, lebih baik terima apa adanya. Untuk apa harus aku khawatirkan?" (Zhuang Zi, ahli filsafat, 369-286 SM)  
 
(Dari: Buku The Ancient Chinese Wisdom - Bebas dari Nafsu Keinginan Baru Bisa Hidup Tenang, karya Andri Wang. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, 2012)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar