Cari Blog Ini

Rabu, 15 Mei 2013

Berbagi dalam Segalanya

Pasangan tua ini masuk ke restoran McDonald's pada suatu sore di musim dingin. Mereka mencari tempat di antara beberapa keluarga dan pasangan muda yang tengah makan di sana. Sang wanita menggandeng suaminya dan suaminya memandangnya dengan penuh kasih. Semua orang tahu, mereka tentu telah lama sekali menjadi pasangan.

Sang pria tua itu lalu berjalan menuju ke counter, memesan dan membayar. Pasangan ini duduk di meja bagian belakang dan mulai mengambil makanan dari nampan: satu burger, satu french fries, dan segelas minuman.

Para pengunjung lain mulai memerhatikan, saat sang pria membuka bungkus burger, dengan hati-hati membaginya menjadi dua, dan meletakkan separuh roti itu di depan istrinya. 

Kemudian, dengan saksama ia menghitung potongan kentang goreng, membaginya sama rata, dan meletakkan separuhnya di hadapan istrinya. Ia lalu minum sedikit dari gelas, istrinya juga minum sedikit. Gelas itu diletakkan di antara mereka.

Sementara pria tua itu mulai memakan burger-nya, orang-orang di sekitar mereka gelisah. Mereka pikir, "Malang sekali pasangan tua ini. Hanya sanggup memesan satu porsi untuk berdua."

Seorang pemuda berdiri dan menghampiri meja pasangan tua ini. Dengan sopan ia menawarkan untuk membelikan satu porsi makanan lagi. Sang pria mengatakan tidak perlu, karena mereka sudah terbiasa berbagi dalam segalanya.

Tetapi, wanita itu tidak makan sedikit pun. Ia hanya duduk sambil mengamati suaminya makan dan sesekali mereka bergantian minum. Kembali pemuda itu mendekat dan memohon akan membelikan makanan tambahan. Kali ini sang wanita yang menjawab dengan kalimat yang sama: tidak usah, sebab mereka sudah terbiasa berbagi dalam segalanya.

Pria tua itu akhirnya selesai memakan bagiannya. Pemuda tadi yang terus memerhatikan pasangan manula ini tak tahan lagi untuk bertanya, "Ibu sendiri dari tadi tidak makan. Katanya selalu berbagi. Apa yang Ibu tunggu?"

Wanita tua itu menjawab dengan tenang, "Gigi palsunya." 

(Dari: Buku Kerja Sama Membuat Impian Menjadi Kenyataan, karya John C. Maxwell. Penerbit Interaksara, 2003)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar