Cari Blog Ini

Minggu, 07 Desember 2014

Satu Demi Satu

Beberapa orang bertanya kepada seorang wanita suci, "Bagaimana Anda bisa mencapai tingkat setinggi ini? Bertapa seperti apa yang telah Anda lakukan? Kami lihat, Anda selalu tersenyum dan berhati riang. Beritahu kami, apa rahasia yang membuat Anda bahagia seperti ini?"

Orang suci itu menjawab, "Rahasia saya sederhana saja. Ketika saya makan, saya makan. Ketika saya bekerja, saya bekerja. Ketika saya tidur, saya tidur."

Orang-orang bingung. Mereka berkata kepadanya, "Kami juga melakukan hal yang sama. Kami makan ketika kami makan, kami bekerja ketika kami bekerja, dan kami tidur ketika kami tidur."

"Tidak," sanggah wanita itu. "Ketika kalian makan, pikiran kalian berkelana jauh. Begitu banyak hal yang kalian pikirkan, sampai kalian tidak menyadari makanan yang sedang kalian makan. Kalian tidak menikmati makanan itu. Kalian harus mencecap setiap suapan, mengunyahnya, dan menelannya. Ketika kalian bekerja, ada seribu hal yang kalian pikirkan. Kalian harus hidup pada saat sekarang, pada detik ini," ujar wanita tersebut.

Kita perlu belajar melakukan segala sesuatu satu demi satu. Melakukan lebih dari satu hal akan memecah perhatian Anda dan melipatgandakan stres. Ketika Anda berbicara dengan seseorang, berikan perhatian penuh kepadanya. Kelihatannya sepele, tetapi bisa menyelamatkan Anda dari tekanan kehidupan.

Lakukan yang terbaik terhadap apa yang sedang Anda kerjakan.  Biarkan semua energi dan perhatian terfokus pada pekerjaan yang sedang Anda hadapi. Ketika pikiran hanya tertuju pada satu hal, pikiran Anda akan mampu berkonsentrasi dan bebas dari ketegangan.
  
(Dari: Buku Menulis di Atas Pasir - 75 Kisah tentang Keberanian dan Keteguhan Iman, karya J.P. Vaswani. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, 2012)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar