Cari Blog Ini

Kamis, 01 Oktober 2015

Perjalanan di Kereta



Kehidupan seperti perjalanan di kereta. Kita naik. Kita turun. Kita kembali dan naik kereta lagi. Kadang kita mengalami kecelakaan dan penundaan keberangkatan. 

Di pemberhentian tertentu, kita memperoleh kejutan-kejutan. Sebagian kejutan mendatangkan momen kegembiraan; sebagian lagi menimbulkan kesedihan.
 
Ketika kita dilahirkan dan pertama kali ada di dalam kereta, kita bertemu orang-orang yang kita harapkan akan bersama-sama kita sepanjang perjalanan. Mereka adalah orangtua kita! Sayangnya, tidak demikian. Orangtua kita berada bersama kita selama kita benar-benar membutuhkan mereka. Mereka juga harus menuntaskan perjalanan mereka. Kita hidup dengan kenangan akan cinta, persahabatan, bimbingan, dan kehadiran mereka setiap saat.

Ada orang-orang lain yang naik kereta dan akhirnya menjadi sangat berarti bagi kita. Mereka adalah saudara-saudara kita, para sahabat dan teman; dengan mereka kita belajar mencintai dan menghargai.

Sebagian orang menganggap perjalanan mereka seperti wisata. Mereka hanya mau bersenang-senang dengan kita. Sebagian lain akan menjumpai berbagai kepedihan dan kehilangan dalam perjalanan mereka. Sedangkan sebagian lagi akan tetap tinggal di kereta, menawarkan bantuan bagi yang memerlukan.

Sebagian orang yang ada di kereta akan meninggalkan kesan mendalam bagi kita, ketika mereka turun dari kereta. Sebagian lain akan naik dan turun kereta dengan cepat, sampai-sampai mereka tidak meninggalkan kesan apa-apa dalam perjalanan kita.

Terkadang kita kecewa karena beberapa penumpang yang kita sayangi, memilih untuk pindah duduk ke gerbong lain, sehingga kita meneruskan perjalanan sendirian. Tak ada salahnya kita mencari mereka. Namun, setelah mereka ditemukan, kita mungkin tidak bisa duduk bersebelahan dengan mereka lagi, karena kursi di sebelah mereka telah terisi. 
   
Tidak apa. Perjalanan setiap orang diwarnai dengan harapan, impian, tantangan, kegagalan, dan perpisahan. Betapa pun, kita berusaha melakukan yang terbaik. Kita terus berupaya memahami rekan-rekan seperjalanan kita dan melihat yang terbaik dalam diri setiap orang. 

Ingatlah, di setiap momen dalam perjalanan kita, setiap orang yang menjadi rekan-rekan seperjalanan kita bisa menjadi lemah dan membutuhkan pertolongan kita. Mungkin kita juga mengalami keraguan dan terombang-ambing, semoga ktia dapat menemukan seseorang di kereta untuk mendukung dan memahami kita.  
 
Misteri terbesar dalam perjalanan kita adalah kita tidak tahu kapan kita akan tiba di pemberhentian terakhir. Kita juga tidak tahu kapan rekan-rekan seperjalanan kita akan sampai di pemberhentian terakhir mereka; bahkan orang yang duduk di samping kita, tidak kita ketahui.

Saya tentu akan sedih, ketika saya sampai di pemberhentian terakhir. Meninggalkan mereka yang dekat dengan saya. Namun, saya yakin suatu saat saya akan tiba di stasiun utama untuk bertemu kembali dengan mereka. Mereka semua membawa koper masing-masing, padahal sebagian besar dari mereka belum memiliki koper saat mereka pertama kali naik kereta ini.

Saya akan gembira bertemu kembali dengan mereka. Saya juga senang telah memberi kontribusi bagi koper mereka dan memperkaya hidup mereka, seperti mereka juga telah memberi kontribusi untuk koper saya dan memperkaya hidup saya.  

Kita semua berada dalam perjalanan di kereta. Kita perlu berupaya semampu kita untuk membuat perjalanan ini menyenangkan dan mengesankan, sampai tiba di pemberhentian terakhir dan turun dari kereta terakhir kali. 

(Dari The Train Ride, penulis tidak dikenal. Sumber: http://www.rogerwendell.com/life.html)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar