Cari Blog Ini

Kamis, 15 Mei 2014

Jika Menyakitkan, Bukan Cinta

Berbeda dari yang disampaikan berbagai lagu, buku, dan fiksi kepada kita; jika menyakitkan maka itu bukan cinta. Hanya kebutuhan kita yang menyakitkan, hanya tidak mendapatkan yang kita inginkan itu yang menyakitkan.

Cinta tak mungkin menyakiti, karena cinta adalah perasaan terhubung yang membawa sukacita. Jika kita menyusut, mengerut, atau menjauh - itulah yang menyakitkan. Jika kebutuhan kita tidak terpenuhi, rasanya sakit. Jika sesuatu dalam hubungan menimbulkan luka lama, kita merasa sakit. 

Cinta tidak menyakiti kita, cinta justru memperluas kita. Kadang kala, jika hati kita meluas, rasanya seperti "sedikit sakit," tetapi itu sebenarnya kekayaan hati kita yang bertumbuh dalam cinta dan apresiasi. Hati Anda mulai menari kembali, setelah lumpuh beberapa lama. Ada nuansa manis yang sesungguhnya, ketika hati kita meluas bersama cinta.

Latihan

Hari ini cobalah simak situasi di mana Anda berusaha mengukur cinta Anda dengan sakit hati yang Anda rasakan. Apakah Anda menutupi kebutuhan Anda sebagai cinta, dan berusaha agar orang lain merespons dengan cara yang sama? Bersediakah Anda menyingkirkan semua kebutuhan itu, sehingga Anda bisa bergerak maju dan membangun relasi tidak sebagaimana yang Anda inginkan dari mereka, tetapi sebagaimana diri mereka adanya?

(Dari: Buku Kalau Sakit, Bukan Cinta - 366 Rahasia Hubungan yang Sukses, karya Chuck Spezzano, Ph.D. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, 2013)
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar