Cari Blog Ini

Rabu, 19 Maret 2014

Sahabat yang Baik

Rayburn (kiri) dan Presiden AS Lyndon B. Johnson

Sam Rayburn (1882-1961), pemimpin demokrat dari Texas, mengabdi lebih dari 48 tahun di Dewan Perwakilan Amerika Serikat (1913-1961), termasuk 16 tahun menjabat sebagai Ketua Dewan. Di puncak kariernya, ia merupakan salah satu orang paling berkuasa di dunia, tetapi ia tak pernah melupakan sahabat-sahabatnya.

Suatu malam, putri remaja seorang sahabatnya meninggal. Keesokan hari, pagi-pagi benar, ayah sang putri mendengar ketukan di pintunya. Ketika ia membuka pintu, tampak Rayburn.

"Aku datang untuk melihat apakah ada yang bisa aku lakukan untuk membantu," kata Rayburn.
"Aku kira, tak ada yang bisa kau lakukan, Pak Ketua," ujar ayah yang hancur hatinya itu. "Kami sudah mengatur semuanya," tambahnya.

"Hm...," kata Rayburn lagi, "Apakah kau sudah minum kopi pagi ini?"

Pria itu menjawab, mereka belum punya waktu untuk sarapan. Rayburn lalu membuatkan kopi. Sementara ia bekerja di dapur, sahabatnya masuk dan berkata, "Pak Ketua, aku kira kau seharusnya sarapan di Gedung Putih pagi ini."

"Ya, memang," ujar Rayburn, "Tetapi aku sudah menelepon Presiden dan memberitahu bahwa seorang sahabatku sedang berada dalam kesulitan. Aku tidak bisa datang ke Gedung Putih."

Jangan pernah bertanya kepada diri sendiri, "Bagaimana aku bisa menemukan sahabat yang baik?" Sebaliknya tanyakanlah, "Bagaimana aku bisa menjadi sahabat yang lebih baik bagi seseorang?"

(Dari: Buku Real Stories for the Soul jilid ke-1, pengarang Robert J. Morgan. Penerbit Gospel Press, 2003)
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar