Cari Blog Ini

Rabu, 08 Oktober 2014

Ini Lebih Bagus, Terimalah!

Saya selalu mengatakan kepada teman-teman saya, ada empat cara Tuhan menjawab doa-doa kita. Untuk sebagian doa, Tuhan menjawab, "Ini yang kau inginkan, terimalah." Jawaban doa seperti ini begitu didambakan manusia, tetapi tidak selalu diberikanNya.

Terkadang, Tuhan berkata, "Tidak!" Meskipun awalnya kita tidak suka dengan jawaban itu, akhirnya kita akan sadar bahwa jawaban yang mengecewakan tersebut demi kebaikan kita.

Pada kesempatan lain, Tuhan berkata, "Tunggu!" berarti belum saatnya kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Dan sebagian doa kita dijawab Tuhan, "Ini lebih bagus, terimalah!"

Columbus berlayar untuk menemukan rute lebih singkat ke India. Ia berdoa agar perjalanannya berhasil. Tuhan menjawab doanya dengan sesuatu yang lebih indah daripada menemukan rute lebih singkat ke India. Columbus terkenal karena berhasil menemukan benua Amerika.

Louis Pasteur, ilmuwan asal Perancis, berdoa agar ia dapat menemukan obat untuk membasmi penyakit yang mudah menjangkiti ternak. Ia malah menemukan yang jauh lebih berharga bagi umat manusia: obat untuk rabies, penyakit anjing gila yang sangat ditakuti.

Tuhan Mahatahu, Ia menganugerahkan kepada kita apa yang kita butuhkan - meskipun tidak selalu apa yang kita inginkan - jika telah tiba waktunya. 

(Dari: Buku Menulis di Atas Pasir - 75 Kisah tentang Keberanian dan Keteguhan Iman, karya J.P. Vaswani. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, 2012)

Senin, 06 Oktober 2014

Tujuan Bersama yang Lebih Mulia

Semua konflik berubah menjadi adu kekuatan, jika kita tidak mencari tujuan bersama yang lebih mulia. Bahkan, jika kita berhasil mengendalikan orang lain atau pasangan kita untuk melakukannya sesuai keinginan kita, kebutuhan kita tetap tidak terpenuhi. Kemudian, kita mulai kehilangan minat terhadap orang lain atau pasangan kita.

Dengan menyadari bahwa pada kedua titik pandang - yang kelihatannya berbeda - terdapat persoalan yang sama, sebenarnya kita dapat menciptakan sesuatu yang lebih baik. 

Saat kita mencermati kedua sisi konflik, kita akan menemukan tujuan bersama yang lebih mulia, yang secara alami memadukan kedua titik pandang tersebut; menyatukan aspek-aspek yang saat ini tampak berlawanan.

Latihan

Hari ini, ingatlah salah satu konflik yang tengah Anda hadapi. Tanpa terlalu lama merenungkan sisi yang berbeda dalam konflik ini, tenangkanlah diri Anda. Mintalah agar diberi rahmat untuk mengetahui tujuan yang lebih mulia - yang selama ini terhalang karena konflik tersebut. 

Jawaban terhadap persoalan Anda dapat muncul tiba-tiba dalam benak Anda, setelah Anda melepaskan semua kekhawatiran dan kecemasan saat ini. Menerima tujuan yang lebih mulia merupakan awal yang secara otomatis akan mengakhiri konflik Anda. Apa ruginya jika Anda berhasil menjadikan lawan Anda sebagai sekutu Anda?   

(Dari: Buku Kalau Sakit, Bukan Cinta - 366 Rahasia Hubungan yang Sukses, karya Chuck Spezzano, Ph.D. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, 2013)

Kamis, 02 Oktober 2014

Lampu Tambang Davy

Para pekerja tambang di seluruh dunia menggunakan lampu tambang Davy, ketika menuruni ceruk tambang yang gelap dan dalam untuk menggali batu bara atau mineral lainnya.

Tidak sembarang lampu bisa digunakan di area penambangan, karena gas berbahaya dan mudah terbakar bisa ditemui di kedalaman bumi. Bahaya kebakaran senantiasa mengintai.

Sir Humphry Davy (1778-1829) berhasil menciptakan lampu tambang yang aman. Ia harus bekerja keras selama beberapa tahun, sebelum eksperimennya menghasilkan desain lampu yang tepat, yang tidak akan membakar gas-gas di dalam area penambangan.

Davy bisa saja meraup keuntungan besar dari hasil temuannya, tetapi ia tidak melakukannya. Hasil kerja kerasnya ia tawarkan secara gratis kepada para pekerja tambang. Teman-teman Davy mendesaknya untuk tidak membiarkan kesempatan memperoleh keuntungan finansial dari penemuan itu hilang begitu saja. 

Namun, Davy menepis dengan keyakinan tak tergoyahkan. "Tujuanku bukan untuk mendapat ketenaran atau kekayaan dari hasil kerjaku. Aku memang ingin membantu orang-orang yang bekerja di penambangan. Lampu ciptaanku akan membuat hidup mereka sedikit lebih mudah dan memberiku kepuasan terbesar," ujar Davy.    

Sampai sekarang, Sir Humphry Davy dikenang sebagai ilmuwan besar dan dermawan kemanusiaan.

(Dari: Buku Menulis di Atas Pasir - 75 Kisah tentang Keberanian dan Keteguhan Iman, karya J.P. Vaswani. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, 2012)

Rabu, 01 Oktober 2014

Ketidakpuasan

Mengapa kita begitu sulit merasa puas? Merasa puas tidak seperti memotong sebuah pohon. Sesudah pohon dipotong, selesai. Merasa puas lebih mirip seperti usaha mengambil air raksa dengan sumpit, atau seperti wortel yang digantung setengah meter di depan muka kita dan wortel ini terus bergerak setiap kali kita hendak menggigitnya. 

Rasa puas sulit dicapai karena ada kekuatan yang terus mendesak dari ketidakpuasan. Pertarungan yang berlangsung antara rasa puas dan ketidakpuasan sering tidak terlihat di permukaan, tetapi tak pernah reda.

Ketika kita memasuki dunia materi untuk memuaskan diri kita, dunia itu menarik kita semakin dalam dan lebih dalam lagi. Daya penariknya ternyata sangat kuat. Sesuatu yang saya inginkan, berubah menjadi sesuatu yang memiliki saya.

Rasa puas yang diterapkan di dunia sifatnya relatif. Zaman saat kita hidup, budaya setempat, dan gaya hidup keluarga serta teman-teman turut memengaruhi. Contohnya, jika Anda tinggal di kota New York dan semua tetangga Anda memakai mobil Mercedes, Anda mungkin merasa malu bila Anda mengendarai mobil pengangkut barang dengan bak belakang terbuka. Sebaliknya, jika Anda tinggal di pedesaan, mengendarai mobil truk tua pun Anda lebih diterima oleh masyarakat sekitar.

Secara umum, rasa puas merupakan perbedaan relatif antara semua yang harus dimiliki dengan apa yang kita miliki sekarang. Semakin besar perbedaan antara kedua hal itu, maka rasa puas semakin berkurang.

Kemajuan zaman membawa peningkatan luar biasa terhadap semua yang harus dimiliki. Kemajuan zaman memang memberikan kita hal-hal yang lebih baik, tetapi juga membawa peningkatan dalam ketidakpuasan. 

Sebagai contoh, sebelum ditemukan alat pendingin (AC), tak seorang pun merasa tidak puas saat mengendarai mobil di tengah terik matahari tanpa alat tersebut. Anda tidak bisa merasa tidak puas terhadap sesuatu yang memang tidak ada. Ketika kemajuan zaman menghadirkan AC, tingkat ekspektasi kita meningkat. Bersamaan dengan itu meningkat pula tingkat ketidakpuasan manusia.

Sadarilah, hidup di zaman sekarang pada dasarnya merupakan pengalaman hidup yang komparatif. Karena itu, janganlah membanding-bandingkan diri Anda dan harta benda Anda dengan orang lain dan milik mereka. Tentukan titik akhir yang menunjukkan "cukup." Tetaplah berpegang pada titik itu dan temukan betapa bebas rasanya setelah Anda melakukannya.

(Dari: Buku A Minute of Margin - Mengembalikan Keseimbangan kepada Hidup yang Sibuk, karya Richard A. Swenson, M.D. Penerbit CV Pionir Jaya, 2007) 

Senin, 29 September 2014

Waktu

Yang penting bukanlah berapa banyak waktu yang Anda gunakan, melainkan berapa banyak yang Anda lakukan dalam waktu itu.

(Dari: Buku Kisah-Kisah Rohani Pembangkit Semangat untuk Pemimpin, editor Dr. Lyndon Saputra. Penerbit Gospel Press, 2002)

Sabtu, 27 September 2014

Peduli Keluarga

Ketika merpati betina hendak bertelur, merpati betina dan jantan bekerja sama mengumpulkan jerami-jerami dan merajutnya sebagai sarang tempat merpati betina mengerami telur-telurnya. 

Merpati jantan selalu menjaga merpati betina dan telur-telur dari ancaman bahaya, terutama gangguan dari pejantan-pejantan lain. Jika merpati betina lelah dan lapar karena mengerami telur-telurnya, merpati jantan akan segera menggantikan posisi merpati betina untuk mengerami telur-telur itu.

Apakah kita sudah cukup peduli dengan keluarga kita? Yang memprihatinkan, banyak terjadi kasus pembunuhan dalam keluarga seperti orangtua membunuh anaknya atau anak membunuh orangtuanya. Ada juga ayah atau kakek yang memerkosa anak atau cucunya sendiri.

Tidak seperti merpati jantan yang selalu setia dan penuh perhatian ketika merpati betina mengerami telur-telurnya, kebanyakan pria bersikap tidak peduli dengan tugas seorang istri. Mereka beranggapan, pria yang mencari nafkah dan tidak perlu ikut mengurusi rumah tangga seperti mengasuh anak-anak.

Banyak suami yang sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa ketika diminta istri untuk membuatkan susu, mengganti popok, dan sebagainya. Belajarlah dari burung merpati jantan, yang peduli akan urusan rumah tangganya.

(Dari: Buku Pembelajaran Moral dari Sifat Binatang - 50 Tip Motivasi dari 10 Binatang yang akan Membangun Kepribadian Anda, karya Judirman Djalimin. Penerbit PT Elex Media Komputindo, 2010)

Selasa, 23 September 2014

Penyatuan adalah Kenyataan Sejatiku

Kita hidup dalam dunia ilusi di mana kita semua tampak terpisah. Kita bagaikan pulau-pulau di laut, sehingga jika laut dikeringkan, kita baru akan mendapatkan pemandangan satu daratan.

Setiap orang yang mencapai pencerahan - dapat merasakan seluruh dunia dan alam semesta sebagai suatu kesatuan. Penyatuan dan kesatuan merupakan kebenaran dari kesadaran yang lebih tinggi. Itulah sebabnya, hubungan dan upaya menyingkirkan ilusi keterpisahan menjadi cara untuk menyembuhkan dunia.


Latihan

Hari ini, pagi-pagi, cobalah menutup mata sebentar. Bayangkan Anda sebagai bayi dalam pelukan ibu - dengan ayah dan seluruh keluarga memandangi Anda. Rasakanlah betapa besar cinta mereka kepada Anda.

Mungkin ada yang tidak Anda miliki seperti uang atau rumah yang bagus, tetapi Anda berada di tengah orang-orang yang mengasihi Anda dan mereka bersyukur atas kehadiran Anda.

Rasakanlah betapa mereka mencintai Anda apa adanya, tanpa mempersoalkan pendapat atau keyakinan Anda. Cinta mereka dan hubungan mereka dengan Anda merupakan penyatuan. Buanglah segala rasa keterpisahan. 

Di malam hari, bayangkan Anda berada dalam pelukan Tuhan. Buanglah segala ketakutan dan kekhawatiran, serta semua yang membebani pikiran Anda. Biarkan Anda dibuai seperti bayi.

Rasakanlah hubungan cinta antara Tuhan dan Anda. Rasakanlah kekuatan itu melingkupi Anda - cinta yang bergerak melalui diri Anda dan memancar ke segenap penjuru dunia.

Buatlah diri Anda nyaman. Anda tak perlu melakukan apa pun, tidak pula harus pergi ke mana pun. Anda, sang bayi, menerima semua cinta itu.
 
(Dari: Buku Kalau Sakit, Bukan Cinta - 366 Rahasia Hubungan yang Sukses, karya Chuck Spezzano, Ph.D. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, 2013)