Cari Blog Ini

Kamis, 24 Maret 2011

"Pertempuran" Setiap Hari


Ego kita merupakan bagian terbesar dari diri kita, karena kita telah mengeluarkan begitu banyak tenaga dalam membangunnya, seperti halnya kita membangun rumah atau menggosok mobil. 

Umumnya, kita mencari tempat perlindungan dalam kecongkakan, yang dipicu oleh ego, dan mengira itu adalah kekuatan. Kenyataannya, ego adalah kelemahan untuk menutupi perasaan rendah diri yang bersemayam dalam hati. 

Kita semua berada di tengah perang yang bagaikan epik, dengan ego sebagai musuh kita. Setiap hari membawa kepada kita sebuah pertempuran baru. Dan padang pertempuran itu adalah di dalam diri sendiri.

(Dari: Buku Dalam Dunia Keheningan, karya Vijay Eswaran. Penerbit Buana Ilmu Populer, 2010)

Rabu, 23 Maret 2011

Sadar dari Saat ke Saat


Kebanyakan meditasi bersifat konsentratif. Artinya, memusatkan perhatian pada objek tertentu terus-menerus. Objek itu bisa berupa napas, objek pendengaran, rasa-perasaan tubuh, mantra, kata-kata suci, atau lainnya. Padahal, Anda ingin batin Anda hening. Dengan mengambil objek tertentu sebagai fokus terus-menerus, Anda menghalangi pikiran dan emosi lain yang datang, sehingga Anda tidak memahaminya. Kalau kita ingin memahami diri dalam meditasi, semua teknik meditasi konsentratif tidak akan banyak membantu.

Meditasi non-konsentratif merupakan praktik ke-eling-an atau kesadaran pasif (awareness) atau perhatian penuh (mindfulness) yang ditujukan pada seluruh proses diri individual yang meliputi rasa-tubuh, perasaan, pikiran, penalaran, ingatan, keinginan, niat atau kehendak; pada saat berbagai hal itu muncul dalam kesadaran.

Kesadaran sehari-hari kita didominasi oleh pikiran dan emosi. Kalau ada ke-eling-an atau kesadaran pasif dari saat ke saat secara berkesinambungan tentang seluruh proses ego atau diri, maka gerak ego atau diri yang didominasi pikiran dan emosi akan berhenti dengan sendirinya. Muncul sesuatu yang lain, yang tidak bisa ditangkap oleh kesadaran sehari-hari.

Pengalaman akan sesuatu yang lain itu beraneka ragam. Dalam momen mutasi kesadaran ini, batin dapat mengalami transformasi, pemurnian, penerangan atau pencerahan, unifikasi, pascaunifikasi, pembebasan, dan seterusnya.

(Dari: Buku Meditasi Sebagai Pembebasan Diri, karya J. Sudrijanta, S.J. Penerbit Kanisius, 2011)

Pelajaran dari Sebatang Lilin

Menjelang maghrib, listrik di rumah padam. Sebatang lilin dinyalakan.

Anak: Lihat, Bu, cahaya lilin itu mula-mula kecil. Tetapi, semakin banyak lilin yang meleleh, semakin terang cahayanya.

Ibu: Ya, begitu pula dengan diri kita. Semakin pudar diri kita, semakin terang cahaya yang kita bagikan kepada orang-orang di sekitar kita.

Selasa, 22 Maret 2011

Kedalaman

Kata Sang Guru kepada pedagang:
"Seperti ikan mati di atas tanah kering,
begitu juga engkau mati,
bila engkau hidup terikat kepada dunia.
Kau harus kembali ke dalam air,
engkau harus kembali ke alam sunyi."

Pedagang itu terperanjat.
"Apa aku harus meninggalkan niagaku,
dan masuk ke dalam biara?"

"Tidak, tidak. Teruskanlah niagamu,
tetapi masuklah ke dalam hatimu."

(Dari: Buku Sejenak Bijak, karya Anthony de Mello, S.J. Penerbit Kanisius, 1987)

Tujuan Dunia Keheningan

Mempraktikkan Dunia Keheningan berarti menanamkan dalam diri kita pelepasan diri (detachment) yang, pada gilirannya, membimbing kita untuk menyelidiki siapa diri kita sesungguhnya. Sembilan puluh persen umat manusia tidak mengetahui atau menyadari hal itu. 

Mengenal diri sendiri adalah sebuah perjalanan, menguasai diri sendiri adalah tujuannya.

                                                           - Vijay Eswaran

(Dari: Buku Dalam Dunia Keheningan, karya Vijay Eswaran. Penerbit Buana Ilmu Populer, 2010)

Senin, 21 Maret 2011

Mengamati Diri


Tidak ada orang yang dapat mengajarkan cara atau metode mengamati diri Anda. Tidak ada seorang pun dapat membantu Anda. Ketika Anda menemukan suatu teknik untuk mengamati diri Anda, berarti Anda sudah diprogram lagi. Tetapi, mengamati diri – meneliti diri – sangat penting.

Mengamati diri tidak sama dengan “sibuk dengan diri sendiri.” Mengamati diri berarti meneliti segala sesuatu yang terjadi di dalam diri Anda dan sekeliling Anda seluas mungkin. Amatilah seakan-akan hal itu terjadi pada orang lain. Anda tidak melibatkan diri dengan kejadian yang terjadi pada diri Anda. Pandanglah kejadian-kejadian itu seakan-akan Anda tidak punya hubungan dengan kejadian-kejadian itu.

Hal yang membuat Anda menderita karena perasaan tertekan dan perasaan cemas adalah karena Anda mengidentifikasikan diri dengan perasaan tersebut. Anda mengatakan, “Saya tertekan.” Tetapi sesungguhnya Anda tidak tertekan. Lebih tepat mengatakan, “Saat ini saya mengalami perasaan tertekan.” Anda tidak identik dengan perasaan tertekan yang sedang Anda alami. Itu merupakan pemikiran yang semu, semacam ilusi.

Bila kita ingin memakai perumpamaan awan, maka Anda adalah langit yang mengamati awan-awan. Anda menjadi pengamat yang pasif, berjarak. Amati! Perhatikan dengan teliti!

Yang jadi masalah bagi orang-orang adalah mereka sibuk membereskan berbagai hal yang tidak mereka mengerti. Tidak pernah kita sadari bahwa hal-hal itu tidak perlu dibereskan. Berbagai hal itu perlu dipahami. Bila Anda memahami berbagai hal itu, maka hal-hal itu akan berubah. Itulah pencerahan.

(Dari: Buku Awarness – Butir-Butir Mutiara Pencerahan, karya Anthony de Mello, S.J. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, 1999) 

Minggu, 20 Maret 2011

Jantung Meditasi Kehidupan

Meditasi sudah semakin menjadi kebutuhan. Banyak orang haus akan kesehatan, kedamaian, dan pembebasan batin. Meditasi bukanlah teknik, melainkan keahlian yang bisa dikuasai kalau dipraktikkan. Meditasi mengantar orang untuk hidup lebih dalam, mengalami kepenuhan hidup dari saat ke saat.

Untuk bisa mengalami kepenuhan hidup dari saat ke saat, Anda perlu secara sadar memberikan perhatian terus-menerus pada saat sekarang. Saat sekarang, di sini, adalah saat meditasi.

Cara paling cepat untuk bisa masuk ke saat sekarang adalah dengan mengembangkan kehendak dan energi untuk melepas segala sesuatu. Lepaskan seluruh beban masa lampau dan masa depan Anda. Lepaskan segala pikiran dan emosi yang menggayut. Melepaskan segala beban akan membuat hidup lebih bebas dan ringan. 

Lalu, beri perhatian terus-menerus terhadap gerak pikiran dan emosi Anda. Sadari ketika ada pikiran atau emosi yang datang, sadari pula pikiran dan emosi yang pergi. Terimalah pikiran dan emosi Anda tanpa memberi komentar atau penilaian. Menerima apa adanya dan membiarkan pergi apa adanya. Ketika pikiran dan emosi berhenti, Anda dibawa masuk pada kesadaran-hening yang jernih.

Sadarilah saat/jeda-antara ketika satu pikiran atau emosi berhenti, sebelum pikiran atau emosi yang lain muncul. Jeda-antara itulah yang disebut keheningan. Semakin panjang jeda-antara, semakin dalam Anda menikmati keheningan yang indah.

Bermeditasi setiap hari membuat energi kesadaran Anda lebih tinggi, dibandingkan rata-rata orang lain yang belum pernah berlatih meditasi. Ketika Anda memberi perhatian penuh pada setiap momen 24 jam setiap hari, Anda telah masuk pada jantung meditasi kehidupan. Sadar setiap saat memang tidak mudah, namun tidak sulit juga. Yang dibutuhkan hanyalah pembiasaan untuk sadar.

(Dari: Buku Revolusi Batin Adalah Revolusi Sosial, karya J. Sudrijanta, S.J. Penerbit Kanisius, 2009)